Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menyampaikan, Festival Sastra 2022 ini merupakan sebuah perayaan menyambut kembali pertemuan antar warga sastra di Kota Yogyakarta diantaranya Sastrawan, pengarang, penulis, penikmat, media, warga, penjaja buku sastra, ilustrator sastra, situs dan artefak sastra.
“Dengan tema “Mulih”, festival ini bertujuan untuk mulih, pulang, kembali memberikan ruang temu bagi letupan-letupan individu sastra tersebut, serta menjalin keragaman sastra, baik sastra Jawa ataupun Indonesia yang tersebar, tumbuh dan membesar di kota ini dalam satu wadah yang mampu menampung berbagai bentuk dan media sastra serta lingkungan pendukungnya. Sebuah cita-cita agar Jogja mulih kembali sebagai ibukota sastra di Indonesia, sekaligus memulihkan lagi semangat kreatif khususnya dalam kesusastraan setelah pandemi menghantam dua tahun belakangan akibat pandemi Covid-19,” ucapnya.
Arf



