“Ormas harus bisa bersinergi dengan Pemerintah dengan berbagai lembaganya dan juga bersama semua elemen masyarakat dalam menjaga kestabilan negara dan juga mensukseskan Pemilu 2024 nanti, karena ormas khususnya di DIY mempunyai panduan atau dasar hukum yang jelas,” ucapnya.
Sementara, pemateri dari Akademisi, Bambang Eka Cahya Widada lebih fokus menjelaskan terkait kendala atau gangguan yang akan muncul saat sebelum maupun saat pemilu berlangsung. Bambang juga menjelaskan 3 poin utama terkait domain konsep bernegara. Di akhir pesannya, Bambang juga menghimbau agar ormas bisa memberikan edukasi atau pembelajaran politik kepada masyarakat sekitar dan keluarga dengan tujuan masyarakat paham dengan politik yang benar.
“Pastinya akan ada kendala atau gangguan dalam Pemilu. Di situ peran ormas sangat diperlukan guna meredam itu semua. Ormas juga harus bisa berperan aktif dalam 3 domain konsep bernegara. Selain itu ormas juga wajib memberikan edukasi atau pembelajaran politik ke warga masyarakat sekitar dan juga ke keluarga, dengan harapan seluruh warga paham dan bisa berpolitik dengan benar,” jelas Bambang.
Sedang untuk pemateri ketiga dari KPU, Bantul Joko Santoso menitikberatkan pada tahapan Pemilu serta poin-poin penting yang diatur dalam pelaksanaan Pemilu. Joko juga menerangkan secara detail perihal partai politik dan juga pembagian daerah pemilihan (dapil) di wilayah Kabupaten Bantul serta jumlah anggota DPRD Bantul yang nanti akan duduk di kursi dewan.
Acara terakhir adalah sesi tanya jawab yang dipandu oleh Nur AlBait dari Kesbangpol Bantul. Dalam sesi tersebut tercipta dialog menarik antara anggota-anggota ormas dengan para narasumber. Di penghujung dialog tercetus closing kata dari para narasumber yang juga pesan kepada seluruh masyarakat agar “Berpolitik lah yang Cerdas”.
Arifin/SG/ed. MN



