“Untuk prosedur pertama kita tegur, ini sudah merupakan sanksi. Misal teguran tidak diindahkan, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait apakah perlu ada tindakan lebih. Cuma saya kira kalau pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) lebih mudah untuk diajak kerja sama,” katanya.
Dispar Kulon Progo juga mengumpulkan seluruh pelaku wisata untuk diberikan pembinaan agar menghindari praktik nuthuk.
“Kami sudah menyampaikan kepada pelaku pariwisata atau pengelola destinasi baik yang dikelola masyarakat maupun pemerintah dan usaha jasa pariwisata di wilayah Kulon Progo untuk memberikan pelayanan secara lebih baik kepada pengunjung serta memberikan harga-harga yang wajar,” tuturnya.
Ia berharap langkah ini bisa membuat wisatawan lebih betah di Kulon Progo tanpa khawatir dengan isu tarif nuthuk.
“Sampai saat ini bisa dikatakan kita masih aman (tidak ada kasus tarif nuthuk),” pungkasnya.
Arifin/Ed. MN



