“Masih berproses di kelurahan untuk izin TKD-nya,” katanya.
Nurrochmawardi mengakui pemangkasan anggaran berdampak signifikan terhadap perencanaan program. Namun pihaknya tetap berupaya agar alokasi yang tersedia dapat direalisasikan secara optimal.
“Dengan pemangkasan sebesar itu, mau tidak mau kami harus berjuang bagaimana caranya agar anggaran yang ada tetap bisa direalisasikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam penyusunan perencanaan 2025 – 2026, DPUPKP Sleman menerapkan skala prioritas, khususnya pada jaringan irigasi tersier dan sekunder. Fokus utama diarahkan pada kegiatan pemeliharaan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.
“Kami tetap prioritaskan pemeliharaan untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah dan dampak yang lebih besar. Untuk yang sudah diswakelolakan oleh masyarakat, tinggal kami tambahi saja,” pungkasnya.
Ar/Ed. MN



