“Sangat kami sayangkan kenapa tidak ada ketegasan atau tindakan dari aparat kepolisian yang waktu itu ada di lokasi. Untuk itu kami membuat laporan adanya dugaan makar dan pengibaran bendera Bintang Kejora ini Agar ada ketegasan dan penindakan hukum terkait aksi tersebut,” tandasnya.
“Tahun lalu pun hal yang sama terjadi, namun sampai detik ini tidak ada tindak lanjut dari aparat kepolisian. Ini ada apa? Yogyakarta bukan tempat untuk gerakan separatisme dan kami akan lawan,” lanjut Dani.
Dani yang datang ke Polda dengan didampingi beberapa ormas (organisasi masyarakat) seperti Forum Komunikasi Jogja Raya (FKJR), Romo Suhut dari Paksikaton dan beberapa ormas lainnya meminta agar kali ini aparat kepolisian bersikap lebih tegas dalam menyikapi aksi-aksi yang yang diduga mengarah ke gerakan separatisme dan makar di Jogja.
“Jogja Kota Pelajar, bukan tempatnya untuk kegiatan makar dan gerakan separatisme.Kalau mau buat rusuh ya jangan di Jogja,” pungkas Dani.
Arifin/ed. MN



