LimaSisiNews
Minggu, 27 September 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Internasional
    • Siantar – Simalungun
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Hukrim
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata
  • News
    • Internasional
    • Siantar – Simalungun
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Hukrim
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata
No Result
View All Result
LimaSisiNews
  • NEWS
  • SIANTAR – SIMALUNGUN
  • PERISTIWA
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • HUKUM
  • ENTERTAINMENT
  • OLAHRAGA
  • TEKNOLOGI
  • WISATA
Home Nasional Jawa Tengah

Sejarah Antara Tradisi Ketupat dan Ritual Pesugihan Bulus Jimbung Klaten

by Redaksi
28/01/2025
in Jawa Tengah, Seni & Budaya, Wisata
75
SHARES
497
VIEWS

LimaSisiNews, Klaten (Jawa Tengah) –

Masyarakat Kabupaten Klaten tentunya tidak asing dengan Sendang Bulus Jimbung yang terletak di Dusun II, Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten ini.

Berdasarkan mitologi atau cerita masyarakat setempat nama Bulus Jimbung Konon, dulunya sendang ini dihuni dua ekor bulus atau kura-kura yang dikeramatkan. Namanya Kiai Poleng dan Nyai Remeng.

Sebagai informasi, di lokasi tersebut ada dua sendang, yang satu diperuntukkan sekedar untuk mandi, kemudian yang kedua untuk mencari pesugihan.

Konon ceritanya Sendang ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, dan di tempat itu terdapat sepasang bulus atau kura-kura yang hidup atau menghuni di Sendang tersebut yang bernama Ki Poleng dan Ki Remeng.

Berdasarkan cerita yang beredar, kedua bulus (kura-kura) ini merupakan jelmaan dari Abdi Dewi Wahdi yang di sabda oleh Raden Patohwan menjadi bulus atau kura-kura, karena kedua abdi tersebut terus menghinanya, sedangkan nama Sendang Bulus Jimbung ini pada mulanya dibuat oleh Pangeran Jimbung yang gagah perkasa dengan menancapkan tongkatnya.

Pangeran berkata pada kedua abdi yang telah menjadi bulus itu, jika nanti tempat ini akan ramai dikunjungi oleh orang hingga memberi makan. Nah, jadilah sendang ini diyakini oleh masyarakat sebagai tempat pemujaan untuk mencari pesugihan dan keinginannya apa saja agar menjadi kaya.

Tradisi Ketupat

Sementara itu menurut keterangan Carik (Sekretaris) Desa Kalikotes Pak Slamet menuturkan, untuk sejarah tradisi Ketupat dulu setiap tanggal 8 syawal semua santri dari Raden Joko Patohan sowan mau ujung (mohon maaf) pada gurunya.

“Setelah poso (puasa Ramadhan), Raden Patohan masih melaksanakan puasa syawal selama 6 hari setelah Idul fitri. Banyak santrinya mau ketemu tapi tidak bisa, sebab masih puasa, makanya setelah tanggal 8 syawal baru santri dan masyarakat bisa sowan. Maka dilokasi pesantren tersebut banyak masyarakat yang kumpul, dan tumbuh perekonomian, banyak pedagang yang berjualan disekitar pesantren,” tutur Slamet kepada LimaSisiNews, Senin (27/01/2025).

Lebih lanjut Ia menjelaskan, dan bertepatan dengan itu, prajurit dari Keling banyak yang datang berziarah ke makam putri Kelung.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Headline
Share30SendShare

Berita Terkait

Duta Besar Belanda dan Jerman Hadiri Konferensi Sejarah Sepeda Dunia di Klaten

Mei 22, 2026

LimaSisiNews, Klaten (Jawa Tengah) - Hari terakhir rangkaian International Cycling History Conference (ICHC) ke-35 berlangsung meriah dan penuh nuansa internasional...

Ratusan Warga dan Bregada Rakyat Datangi Polda DIY, Serukan Tolak Kekerasan

Februari 27, 2026

LimaSisiNews, Sleman (DIY) — Ratusan warga bersama sejumlah kelompok Bregada Rakyat menggelar kirab budaya bertajuk: “Pratelan Budhaya Tolak Kekerasan Utamakna...

Grebeg Pasar Takjil, Upaya Sleman Menggerakkan Ekonomi Rakyat Saat Ramadhan

Februari 23, 2026

LimaSisiNews, Sleman (DIY) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar Grebeg Pasar Takjil di lima pasar tradisional selama Ramadhan 2026. Kegiatan...

Berita Terbaru

Hukrim

Polsek Buntu Pane Sergap Puluhan Remaja Diduga Hendak Balap Liar, 21 Sepeda Motor Diamankan

September 17, 2026
Peristiwa

Lagi, Kecelakaan Kerja di Tambang Batubara Blok Cepak Pasar Cibobos: Seorang Warga Cibobos Tewas, Tanggung Jawab Pengelola Dipertanyakan

September 11, 2026
Hukrim

GAMMA Pertanyakan Pengesahan RJ Kasus Dugaan Penculikan Uun, Siap Geruduk Polda Banten

September 10, 2026
Hukrim

Polisi Picing Mata, Gudang CPO dan Kernel Ilegal di Eks PT. Radian Utama Km 12 Air Kulim Kebal Hukum

Juli 13, 2026
DI Yogyakarta

Sleman Rawat 374 Sumber Mata Air, Kunci Kemandirian Pangan Ada di Irigasi yang Mantap

Juni 8, 2026
Banten

Perhutani Minta PT. NKE dan PT. GHL Hentikan Pembangunan PLTMH di Kawasan Hutan Ciherang Selatan Petak 10.11 dan 12

Juni 8, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

©2024 LimaSisiNews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • News
    • Internasional
    • Siantar – Simalungun
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Hukrim
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata

©2024 LimaSisiNews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba

You cannot copy content of this page

https://limasisinews.com/