LimaSisiNews, Sleman (DIY) –
Penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman yang dikucurkan melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2020, yang ditangani oleh Kejari Sleman hingga Januari 2024 ini belum juga usai seolah hanya jalan ditempat saja.
Menyikapi hal tersebut, guna mendukung Kejari Sleman untuk penuntasan perkara ini, aktivis antikorupsi, Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba akan menggelar aksi tunggal, hari ini, Senin (22/01/2024) didepan Kantor Kejari Sleman.
Kejari Sleman masih berkutat pada pemeriksaan saksi dan masih menunggu penghitungan kerugian negara oleh BPKP DIY.
“Kejari Sleman terkesan lamban dalam menangani perkara ini karena sudah setahun penanganan kasus ini pun tak rampung.
Jangan-jangan sampai ganti Presiden dan Wakil Presiden 2024 perkara ini juga tak rampung,” ujar Kamba dalam pers rilisnya.
Aktivis JCW ini melakukan aksi bersih menyapu dengan maksud agar penuntasan perkara dana hibah pariwisata Sleman ini bersih intervensi dari pihak mana pun dan bersih KKN dalam penuntasannya.



